Bola  

TGA Ngotot ke Surabaya demi Menuntut Keadilan Tragedi Kanjuruhan

Tim Gabungan Aremania angkat bicara usai penolakan dari Bonek Sidoarjo yang tidak ingin sidang Tragedi Kanjuruhan digelar di Pengadilan Negeri Surabaya.

Jakarta, CNN Indonesia

Tim Gabungan Aremania (TGA) angkat bicara usai penolakan dari Bonek Sidoarjo yang tidak ingin sidang Tragedi Kanjuruhan digelar di Pengadilan Negeri Surabaya.

Salah satu perwakilan TGA Dyan Berdinandri menyebutkan, bagaimana pun pihaknya akan tetap berangkat ke Surabaya.

Pasalnya, kata dia, apa yang pihaknya lakukan adalah mengawal jalannya persidangan, mendampingi penyintas dan keluarga korban mencari keadilan. Bukan untuk mendukung kesebelasan.

“Kami sekarang sedang membela kemanusiaan, bukan kesebelasan. Kami menuntut keadilan,” kata Dyan, Senin (9/1).

Demi menghindari gesekan, pihaknya pun bakal berangkat secara bergantian dan bertahap. Aremania bakal menjaga kondusivitas.

“Kami berangkat tidak dalam skala rombongan besar. Mungkin nanti siapa yang berangkat dulu atau seperti apa. Kami tetap menghargai dari pihak keamanan di sana,” ujar Dyan.

Meski begitu, Dyan juga mengaku bahwa pihaknya belum berkoordinasi dengan Bonek atas rencana keberangkatan mengawal sidang.

Tapi menurut Dyan seluruh pihak mestinya bisa memahami keberangkatan mereka ke Surabaya. Tak lain adalah untuk menuntut keadilan atas tragedi yang menewaskan 135 nyawa tersebut.

“Saya rasa mereka juga memahami. Terpenting, sidang ini kan bukan hanya sekali dua kali, mungkin ke depan bisa bergantian mengawal ke sana, tapi kita dari TGA sebisa mungkin setiap sidang akan mengawal di PN Surabaya,” pungkasnya.

Sebelumnya Kelompok Suporter Persebaya, Bonek asal Kabupaten Sidoarjo, menyatakan menolak rencana persidangan tersangka Tragedi Kanjuruhan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Hal itu Bonek Sidoarjo tuangkan melalui surat No: 01/BONEKSIDOARJO/SPS/XI/2023 yang mereka serahkan ke Mapolresta Sidoarjo, Rabu (4/1) siang tadi.

Kasat Intelkam Polresta Sidoarjo AKP Meby Trisono membenarkan. Ia menyebut surat itu diserahkan enam orang perwakilan Bonek Sidoarjo kepada pihaknya.

“Ya betul sudah kami terima, [diserahkan Bonek Sidoarjo] ke staf umum. Enam orang,” kata Meby saat dikonfirmasi awak media, Rabu (4/1).

Dalam suratnya, Bonek Sidoarjo mengaku menolak diselenggarakannya persidangan Tragedi Kanjuruhan di Surabaya. Ada sejumlah alasan yang mereka beberkan.

“Bonek Sidoarjo menolak adanya sidang di PN [Jalan] Arjuna Surabaya dengan mempertimbangkan rasa aman kondusif kota Surabaya,” tulis Bonek Sidoarjo dalam suratnya.

Berikutnya mereka juga menolak adanya pergerakan massa kelompok suporter Arema FC, Aremania, yang disebut bakal berangkat ke Surabaya.

Pasalnya, Sidoarjo menjadi salah satu wilayah basis terbesar kedua Bonek. Kabupaten ini juga dilewati Aremania bila hendak bertolak ke Surabaya. Mereka tak mau situasi kondusif daerahnya terganggu.

“Menolak adanya pergerakan massa Aremania melewati Sidoarjo dengan dasar menjaga kondusifitas Sidoarjo, yang kita ketahui bersama Sidoarjo adalah basis terbesar kedua supporter Persebaya,” ucapnya.

Terakhir, Bonek Sidoarjo pun mengaku tidak akan bertanggung jawab bila terjadi gesekan, atau hal-hal yang tidak diinginkan.

“Jika point 1-2 tidak terpenuhi, maka dengan berat hati kami tidak ikut bertanggung jawab jika ditemukan adanya kericuhan dan gesekan,” ujarnya.

“Demikian sikap dan poin yang dapat kami sampaikan, kami meminta dengan tegas dan bijaksana untuk Kapolresta Sidoarjo dapat mempertimbangkannya,” tambahnya.

[Gambas:Video CNN]

(frd/sry)




Sumber: www.cnnindonesia.com