Bola  

Suara Keras Klub Soal Liga 2 Disetop: Seperti Kena Prank

Klub-klub Liga 2 ramai-ramai menyuarakan rasa tidak puas setelah PSSI mengumumkan penghentian kompetisi sepak bola level kedua di Indonesia.

Jakarta, CNN Indonesia

Klub-klub Liga 2 ramai-ramai menyuarakan rasa tidak puas setelah PSSI mengumumkan penghentian kompetisi sepak bola level kedua di Indonesia.

Keputusan penghentian Liga 2 di tengah jalan ditetapkan PSSI pada rapat anggota Komite Eksekutif di GBK Arena, Kamis (12/1) sore.

Alasan penghentian Liga 2 menurut PSSI adalah permintaan mayoritas klub Liga 2, kesesuaian dengan rekomendasi tim Transformasi Sepak Bola Indonesia setelah Tragedi Kanjuruhan terkait dengan sarana dan prasarana yang belum memenuhi syarat, serta kesesuaian dengan Peraturan Kepolisian (Perpol) nomor 10 tahun 2022 yang menyebutkan periode perizinan kompetisi maksimal 14 hari sebelum pertandingan.

Suara penentangan keputusan PSSI pun dilantangkan klub peserta Liga 2, seperti yang diumumkan PSMS Medan, Semen Padang, Persipura Jayapura, dan Karo United.

“Pastinya kita kecewa. Kita sudah mempersiapkan diri sejak bulan lalu terkait lanjutan liga. Apalagi ada angin segar dari LIB bahwa Liga 2 mau lanjut lagi tanggal 14 Januari 2023) ini,” kata Media Officer PSMS Aldi Aulia.

“Dalam rapat owner club meeting Liga 2 lalu, PSMS dengan tegas telah menyatakan sikap Liga 2 tetap lanjut dan berniat jadi tuan rumah andai pakai format bubble. Bahkan klub-klub (Liga 2) diminta untuk melakukan risk assessment home base mereka dan hasilnya banyak yang dinyatakan layak. Rasanya kami ini seperti kena prank,” ucap Aldi menambahkan.

Kekecewaan juga dirasakan Semen Padang yang sudah optimistis menyambut lanjutan Liga 2 dengan persiapan yang amat matang.

“Secara tim, kita Semen Padang FC kecewa dengan di stop nya Liga 2 tahun 2022,” ungkap CEO Semen Padang FC Win Bernadino dikutip dari situs resmi klub.

Win tak kaget dengan keputusan PSSI karena sudah mendengar keinginan dari pemilik klub untuk menghentikan liga kepada Ketua Umum PSSI dan manajemen PT Liga Indonesia Baru selaku operator, namun Tim Kabau Sirah tetap tak puas dengan hasil rapat Exco PSSI.

Di pihak lain, Persipura bahkan meminta pemerintah turun tangan guna melanjutkan eksistensi kompetisi sepak bola di Indonesia.

“Pemerintah harus turun tangan sehingga situasi dalam pelaksanaan kompetisi di Indonesia ini tidak terganggu oleh keputusan sepihak tanpa mempertimbangkan banyak aspek meliputi ialah eksistensi sepak bola Tanah Air, eksistensi dan komitmen pengurus PSSI dan operator liga juga akan dipertanyakan,” terang Manajer Persipura Yan Permenas Mandenas dilansir dari Antara.

Sementara klub Karo United membantah mendukung penghentian Liga 2. Manajer Karo United Yosephine N Br Sembiring mengatakan, Karo United salah satu tim yang berkeras agar kompetisi Liga 2 dilanjutkan.

Dikutip dari Antara, Yosephine melalui pernyataan resmi klub menegaskan bahwa Karo United berdasarkan pertemuan manajemen pada Desember tahun 2022 tidak pernah setuju terkait pengajuan Liga 2 2022/2023 dihentikan.

[Gambas:Video CNN]

(nva/har)




Sumber: www.cnnindonesia.com