Bola  

STY Tak Adil kepada Lilipaly dan Nadeo

Pengamat sepak bola nasional Tommy Welly mengatakan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong menghakimi Stefano Lilipaly dan Nadeo Argawinata.


Jakarta, CNN Indonesia

Pengamat sepak bola nasional Tommy Welly mengatakan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong menghakimi Stefano Lilipaly dengan menyebut staminanya kurang bagus.

Menjelang keberangkatan pemusatan latihan di Turki, Shin menyebut stamina Lilipaly kurang baik untuk melawan tim-tim kuat Asia. Shin mengaku lebih butuh tenaga pemain pekerja keras.

Masalahnya, pada saat yang sama, Shin memanggil Dendy Sulistyawan dan Dimas Drajad. Towel, sapaan akrab Tommy, meyakini stamina Dendy dan Dimas belum tentu lebih baik dari Lilipaly.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Pengetahuan umum kita pemain dipanggil ke Timnas berdasarkan performa di kompetisi. Menurut saya jawabannya gak jelas. Stefano Lilipaly dianggap punya kelemahan dari sektor fisik,” kata Tommy.

“Alasan itu juga bikin bingung karena terlalu general. Buat Lilipaly fair gak? Tidak. Dia dihakimi punya kekurangan fisik, tapi apakah memang fisiknya lebih lemah dibanding Dimas dan Dendy?”

Tommy juga mengkritik alasan Shin Tae Yong mencoret Nadeo Argawinata. Dalam konferensi pers jelang TC di Turki, STY menyebut Syahrul Trisna lebih tenang dibanding Nadeo. Jumlah kebobolan Nadeo juga lebih banyak.

“Pelatih yang menentukan program naturalisasi ini di saat bersamaan juga memutuskan nasib Lilipaly dan Nadeo. Siapa kiper yang gak pernah membuat kesalahan?” kata Tommy.

“Fair gak buat Nadeo? Belum tentu. Jadi karena alasannya gak jelas, sebagai pengamat saya berasumsi sebetulnya STY cari alasan dari kebobolan lima gol di Irak itu salah Nadeo. Ini bahaya.”

Oleh sebab itu Bung Towel meminta STY lebih bijak. Menurut dia tidak perlu seorang pelatih menjelekkan kondisi pemain, sedang di saat yang sama pemain pilihan Shin statistiknya biasa saja.

“Saya ingin pelatih Timnas itu lebih wise [bijak] supaya gak ada dikotomi local pride atau anti naturalisasi. Apalagi dalam posisi saya gak ada urusan pribadi,” ucapnya.

“Saya pernah di PSSI. Saya cinta PSSI, tapi keburukannya saya gak suka. Saya mau menempatkan semuanya di posisi yang proporsional dan objektif,” kata Tommy dalam orasinya.

[Gambas:Video CNN]

(abs/sry)

Sumber: www.cnnindonesia.com