Bola  

Risiko Pemain Indonesia Main di Eropa, Bentrok dengan Jadwal Timnas

Pemain Indonesia yang berkarier di Eropa dihadapkan dengan risiko bentrok dengan jadwal Timnas Indonesia seperti yang terjadi di Piala AFF 2022.

Jakarta, CNN Indonesia

Pemain Indonesia yang berkarier di Eropa dihadapkan dengan risiko bentrok dengan jadwal Timnas Indonesia. Itu terjadi ketika agenda pertandingan di klub dan di level internasional sedang padat.

Salah satu contohya adalah Piala AFF 2022 yang diselenggarakan pada 20 Desember 2022-16 Januari 2023. Meski dilaksanakan akhir tahun, turnamen antarnegara Asia Tenggara itu tetap harus ‘beradu’ dengan kompetisi lain.

Bagi pemain Indonesia yang membela klub Eropa, Piala AFF mungkin bisa diikuti oleh pemain yang diizinkan klubnya atau ketika sedang liburan akhir tahun. Namun ada negara yang kompetisi sepak bolanya tetap bergulir jelang kalender masehi berakhir.

Contohnya adalah Elkan Baggott, pemain Ipswich Town yang kini sedang dipinjamkan ke Gillingham FC. Jadwal kompetisi di Inggris justru semakin padat pada akhir tahun karena ada tradisi ‘Boxing Day’.

Baggott memilih tetap membela Gillingham yang sedang menjalani jadwal padat. Selain kompetisi League Two, tim kasta keempat Inggris itu juga sedang sibuk oleh Piala Liga Inggris melawan Wolverhampton Wanderers dan Piala FA kontra Leicester City.

Alasan Baggott memilih klub dibandingkan Timnas Indonesia semakin rasional mengingat usianya masih muda, 20 tahun. Kariernya diperkirakan bakal terus melesat jika tampil reguler di klub, terlebih lagi jika menghadapi tim-tim elite.

Begitu juga dengan Sandy Walsh, pemain yang baru dinaturalisasi oleh Timnas Indonesia. Bek 27 tahun itu tidak bisa bergabung dengan Skuad Garuda karena harus membela klubnya, KV Mechelen di Liga Belgia.

Jadwal KV Mechelen jelang Tahun Baru semakin padat. Setelah laga persahabatan kontra Espanyol, tim kasta tertinggi Liga Belgia itu harus menjalani lima pertandingan di periode waktu yang sama dengan Piala AFF 2022.

Meski Piala AFF masuk ke dalam penghitungan poin ranking FIFA, tidak ada kewajiban bagi klub untuk melepas pemain ke Indonesia karena Piala AFF tidak terintegrasi ke dalam kalender FIFA.

Oleh sebab itu, publik perlu menerima jika pemain Indonesia tidak pulang ke negaranya karena membela klub. Sebab, masih ada turnamen lain yang lebih bergengsi yakni Piala Asia.

(ikw/har)




Sumber: www.cnnindonesia.com