Bola  

Punya Riwayat Bagus, Di Maria Main Bareng Messi di Final?

Dalam tiga keberhasilan Lionel Messi juara bersama Argentina, Angel Di Maria selalu mencetak gol di partai final.

Jakarta, CNN Indonesia

Dalam tiga keberhasilan Lionel Messi menjadi juara bersama Argentina, nama Angel Di Maria selalu mencetak gol di partai final. Apakah Lionel Scaloni bakal memasang Di Maria di laga final Piala Dunia 2022?

Momen pertama Di Maria membantu Messi juara bersama Argentina ada pada Olimpiade 2008. Di kompetisi tersebut, Di Maria mencetak gol tunggal kemenangan Argentina atas Nigeria di partai final.

Kehadiran Di Maria di partai final memang tak selalu menjamin Argentina juara. Namun tiap kali Argentina berhasil juara, Di Maria mencetak gol di partai final.

Setelah Messi dan Argentina bertubi-tubi gagal dalam percobaan meraih gelar juara Copa America, kebuntuan tersebut akhirnya pecah di Copa America 2021.

Dalam duel lawan Brasil di Stadion Maracana, Argentina bisa pulang membawa kemenangan 1-0. Di Maria jadi satu-satunya pencetak gol di laga tersebut lewat aksinya di menit ke-22.

Setahun berselang dalam trofi Finalissima yang mempertemukan pemenang Copa America melawan Piala Eropa, Argentina keluar juara usai menaklukkan Italia dengan skor telak 3-0.

Di Maria lagi-lagi ikut menyumbangkan gol pada laga itu lewat torehan gol kedua Argentina di pengujung babak pertama.

Kehadiran Di Maria di final sendiri tidak selalu membuat Argentina dan Messi mulus jadi juara. Di Maria ikut tampil sebagai pemain inti di Copa America 2015 dan 2016.

Namun pada edisi 2015, Di Maria sudah ditarik keluar di menit ke-29 sedangkan pada edisi 2016 Di Maria diganti di menit ke-57.


Angel Di Maria mencetak gol di final Copa America 2022. (REUTERS/RICARDO MORAES)

Sedangkan di final Piala Dunia 2014, Di Maria tidak turun bermain di partai final.

Peluang Di Maria bermain di partai final Piala Dunia 2022 terbilang 50:50 mengingat Di Maria tak pernah masuk tim inti sejak fase knock out dan hanya sekali tampil sebagai pengganti dalam duel lawan Belanda di babak perempat final.

Namun bila menimbang jadwal yang padat plus riwayat bagus Di Maria di partai final, pilihan memainkan Di Maria jadi logis karena kondisi Di Maria terbilang bugar lantaran sudah cukup istirahat.

[Gambas:Video CNN]

(ptr/ain)







Sumber: www.cnnindonesia.com