Bola  

PSSI Jawab Desakan Asprov Dihapus: Tidak Mungkin

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan usulan agar Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI dihapus dari daftar voters federasi dinilai tidak mungkin.
Jakarta, CNN Indonesia

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan usulan agar Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI dihapus dari daftar voters federasi dinilai tidak mungkin.

Desakan agar Asprov PSSI dihapus dari daftar pemilik suara menggema di media sosial. Asprov disebut tak punya kontribusi besar dalam program PSSI, tetapi punya hak suara.

Iriawan mengatakan Asprov merupakan kepanjangan tangan PSSI. Ia tidak menampik ada masukan soal hal tersebut, karenanya memilih untuk meminta masukan dari sejumlah pihak.

“Ada rekomendasi itu [revisi Statuta PSSI terkait hak suara Asprov dalam kongres]. Tentu kami harus duduk bareng bersama dengan pihak terkait,” kata Iriawan kepada CNNIndonesia.com.

“Ada rekomendasi ke saya agar supaya tidak ada Asprov. Kan, tidak mungkin juga. Asprov ini kepanjangan tangan kami. Ada PSSI pusat, Asprov di provinsi, ada Askab dan Askot,” ucapnya.

Lelaki yang biasa disapa Iwan Bule ini tidak menutup mata akan masukan yang datang. Namun demikian persoalan ini akan dibahas lebih dahulu agar tidak menimbulkan konflik.

“Itu [usulan meniadakan Asprov sebagai voters] kita harus duduk bareng. Kami sih terima kasih masukan itu, tapi kita harus diskusi bersama agar menjadi solusi yang terbaik,” ujar Iriawan.


PSSI telah menetapkan akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) pada 18 Maret 2023. Untuk agenda ini PSSI telah bersurat ke FIFA dan berharap agenda ini direstui.

Sebelum pelaksanaan KLB, PSSI terlebih dahulu menggelar Kongres Biasa (KB) pada 7 Januari. Agenda dalam kongres ini adalah pembentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan.

[Gambas:Video CNN]

(abs/jun)




Sumber: www.cnnindonesia.com