Bola  

PSSI Gaet RS Abdi Waluyo, Lengkapi Fasilitas Medis TC Timnas di IKN

PSSI menggandeng Rumah Sakit Abdi Waluyo untuk kebutuhan medis di Training Center Ibu Kota Nusantara (IKN).


Jakarta, CNN Indonesia

PSSI menggandeng Rumah Sakit Abdi Waluyo untuk kebutuhan medis di Training Center Ibu Kota Nusantara (IKN). Penandatanganan kerjasama PSSI dan RS Abdi Waluyo dilakukan di Menara Danareksa, Jakarta, Kamis (18/1).

Dalam agenda itu hadir Ketua PSSI Erick Thohir, Wakil Ketua PSSI Zainudin Amali, dan pihak RS Abdi Waluyo yang diwakili oleh Sigit Pramono.

“Sports injury adalah musuh utama, kemudian hal lainnya adalah mental health. Jadi implementasi sport sciences dan medicine sangat penting. Makanya ini ide dari Pak Basuki [Menteri PUPR] untuk berkolaborasi dengan RS Abdi Waluyo sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia,” kata Erick.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut Erick menjelaskan, kerjasama dengan RS Abdi Waluyo termasuk dalam program jangka panjang PSSI. Hal ini dilakukan sebagai bentuk investasi kepada para pemain melalui fasilitas penunjang yang memadai.

“Kompleksitas dalam membangun olahraga nasional khususnya sepak bola tidak mudah. Karena selain program jangka pendek, menengah, dan panjang, harus ada investasi pembangunan fasilitas training, pertandingan, dan pendukung lainnya,” ujar Erick.

Sementara perwakilan RS Abdi Waluyo, Sigit Pramono menyatakan kerjasama pihaknya dengan PSSI tidak memiliki durasi tertentu. Ia berharap kesepakatan dijalin selama mungkin.

“Untuk kerjasama dengan PSSI, durasinya kami berharap selama-lamanya. Karena tujuan kami untuk Indonesia Emas 2045. Jadi tidak ada batas waktu,” kata dia.

Sigit menyampaikan, pihaknya sudah menentukan layanan medis apa saja yang bakal diberikan untuk pemain Timnas Indonesia. Selain penyakit fisik, ada pula layanan untuk masalah mental.

“Dari segi medis memang yang dibutuhkan atlet itu penyakit dasar, kemudian penyakit dalam, paru-paru, ginjal, liver, hingga mental,” ujarnya.

Sigit mengatakan, rumah sakit tersebut bakal mulai beroperasi sebagian pada Juni atau Juli tahun ini. Kemudian keseluruhan bangunan dijadwalkan selesai pada Agustus.

“Jadwalnya selesai Juni atau Juli pembangunan tahap pertama ada poliklinik, rawat inap, dan pembenahan. Jadi sebelum Agustus sudah diberi target 80 persen, tapi dari kami sudah bisa [selesai] 90 hingga 100 persen,” ucapnya.

“Untuk RS di IKN, kami sudah ke sana untuk melihat perkembangan di sana. Kami didukung oleh PUPR yang tidak jauh dengan training camp PSSI di IKN,” kata Sigit menambahkan. 

[Gambas:Video CNN]

(ikw/rhr)

Sumber: www.cnnindonesia.com