Bola  

PSSI Buka-bukaan Soal FIFA Belum Turun Tangan Soal JIS

PSSI buka-bukaan soal alasan FIFA belum turun tangan periksa Jakarta International Stadium (JIS) sebagai calon venue Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia.

Jakarta, CNN Indonesia

PSSI buka-bukaan soal alasan FIFA belum turun tangan periksa Jakarta International Stadium (JIS) sebagai calon venue Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia.

Pengecekan JIS sebagai stadion yang akan diusulkan menjadi calon venue Piala Dunia U-17 2023 menuai polemik.

Sebagian pihak mengklaim JIS yang berkapasitas 82 ribu penonton itu masuk dalam standar FIFA, sehingga bisa menggelar pertandingan Piala Dunia U-17.

Akan tetapi PSSI menilai beberapa pembenahan perlu dilakukan JIS, di antaranya akses penonton dan meningkatkan kualitas rumput.

Akibat kontroversi itu tudingan alasan politis dialamatkan kepada PSSI dalam menilai JIS. Salah satunya founder Kolaborasi Jakarta Andi Sinulingga yang menganggap FIFA lebih layak memberikan penilaian terhadap JIS ketimbang PSSI dan Kementerian PUPR.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Silungga mengatakan, PSSI bergerak lebih dahulu sebelum FIFA mengutus delegasinya memeriksa calon stadion Piala Dunia U-17.

“Yang pertama milih stadion itu kami, setelah itu baru FIFA masuk. Semua juga begitu standarnya,” ujar Arya Sinulingga dalam program CNN Connected, Kamis (6/7).

“Ini tidak usah kita jadikan polemik. Semua stadion kami perbaiki,” ucap Arya menambahkan.

Arya Sinulingga mengakui PSSI membutuhkan stadion seperti JIS. Dengan Jakarta memiliki dua stadion bagus, PSSI diuntungkan.

“Semua sepakat kami butuh JIS. Kami senang kalau ada dua stadion di Jakarta, menguntungkan bagi kami,” tutur Arya.

“Terima kasih Pak Anies [Baswedan], untuk yang bangun [GBT] Surabaya, yang bangun [Manahan] Solo terima kasih juga,” kata Arya melanjutkan.

Sebagai otoritas yang mengurusi langsung sepak bola Indonesia, PSSI, menurut Arya, harus jadi pihak yang lebih dahulu turun tangan memberikan penilaian.

“Jangan bilang kami kental politik di sepak bola,” ujar Arya.

Sementara itu Koordinator Save Our Soccer Akmal Marhali, renovasi atau perbaikan JIS menghadapi Piala Dunia U-17 sesuatu yang wajar.

“Di Indonesia, biasanya stadion yang didirikan di wilayah pinggir aksesnya masih sulit. Maka enggak masalah disempurnakan agar Piala Dunia U-17 bisa berlangsung dengan lancar agar sistem keamanannya bisa berlangsung dengan baik karena kita punya pengalaman keamanan soal Tragedi Kanjuruhan,” ucap Akmal.

Akmal sepakat JIS perlu perbaikan demi mengedepankan kepentingan sepak bola nasional.

“Saya tiga kali ke Stadion JIS, ini berada di area perumahan dan kantor. Saya setuju ada perbaikan-perbaikan karena kepentingan utamanya adalah sepak bola nasional,” kata Akmal.

[Gambas:Video CNN]

(sry/jun)



Sumber: www.cnnindonesia.com