Bola  

Pembalap Jangan Terlalu Ramah, Harus Seperti Rossi vs Marquez

Pedro Acosta menilai penggemar MotoGP saat ini menginginkan rivalitas yang kuat dan jangan ada hubungan yang terlalu ramah antarpembalap.


Jakarta, CNN Indonesia

Pedro Acosta menilai penggemar MotoGP saat ini menginginkan rivalitas yang kuat dan jangan ada hubungan yang terlalu ramah antarpembalap.

Acosta menganggap situasi panas di MotoGP saat ini sedang hilang. Hal tersebut yang akhirnya membuat magnet MotoGP berkurang.

“Kini kita lihat semua orang terlihat bersahabat dan punya hubungan yang baik dengan semua orang, namun orang-orang ingin melihat pertarungan seperti Pedrosa dan Lorenzo, Marc Marquez dan Rossi, Lorenzo dengan Marquez, Rossi dengan Biaggi, Rossi dengan Sete [Giberneu], orang-orang menginginkan ini.”


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Hal ini seperti Verstappen ketika dia agresif di F1, orang-orang menginginkan ini,” ucap Acosta dalam podcast MotoGP dikutip dari Crash.

Di masa lalu, duel-duel klasik yang disebutkan Acosta memang dikenang dalam waktu lama. Rossi yang punya karier panjang di MotoGP bahkan pernah berganti-ganti musuh bebuyutan. Laga-laga klasik di MotoGP saat itu bahkan masih terus diceritakan dan dibahas segala kontroversinya hingga saat ini.

Setelah Lorenzo dan Rossi pensiun, Marquez kehilangan rival utamanya. Selain itu, Marc Marquez kemudian mengalami penurunan performa.

Di generasi pembalap yang baru melejit, tidak ada rivalitas panas dalam beberapa musim terakhir. Baru pada MotoGP 2023 rivalitas panas mulai sedikit terlihat. Hal itu seiring dengan komentar-komentar panas antara Jorge Martin dengan Pecco Bagnaia yang bersaing dalam perburuan gelar juara.

Karena itu menarik melihat aksi Pedro Acosta sebagai rookie di MotoGP 2024. Ia punya modal bagus berupa status juara dunia Moto3 dan Moto2, namun dengan usia yang masih 20 tahun, menarik melihat komentar-komentar Acosta sepanjang musim MotoGP 2024.

[Gambas:Video CNN]

(ptr)

Sumber: www.cnnindonesia.com