Bola  

Messi Bongkar Rahasia Sukses Penalti Bobol Kiper Kroasia

Messi mengaku tak ingin gagal seperti penaltinya yang mentah di tangan Wojciech Szczesny saat kontra Polandia beberapa waktu lalu.

Jakarta, CNN Indonesia

Lionel Messi sukses menjadi algojo saat mengambil eksekusi penalti penyumbang satu gol dalam kemenangan 3-0 Argentina vs Kroasia, Rabu (14/12) dini hari WIB.

Lionel Messi mempertaruhkan kemampuannya di titik 12 pas menghadapi penjaga gawang Kroasia, Livakovic yang punya sederet catatan mentereng dalam menggagalkan penalti lawan.

Messi ternyata sudah memahami bahwa sangat terbuka kemungkinan dia akan mendapatkan kesempatan untuk berhadapan dengan penalti. Messi mengaku tak ingin gagal seperti penaltinya yang mentah di tangan Wojciech Szczesny saat kontra Polandia beberapa waktu lalu.

“Mempelajari bagaimana Dominik Livakovic [kiper Kroasia]. Mengubah serangan untuk bisa menembusnya dan mencetak gol,” ujar Messi pascalaga dikutip dari TycSports.

Messi menambahkan, “Dia (Livakovic) penuh percaya diri. Maka sangat penting untuk bisa membobolnya.”

Messi menjadi salah satu mesin gol di Piala Dunia 2022 dengan torehan lima gol bersaing ketat dengan Kylian Mbappe. Messi juga memimpin perolehan pengumpan terbanyak dengan torehan tiga assist. Namanya sejajar Bruno Fernandes (Portugal), Antoine Griezmann (Prancis), dan Harry Kane (Inggris).

Livakovic diketahui merupakan penjaga gawang kokoh yang mentas di Piala Dunia 2022. Dia berkembang di bawah tekanan, tenang dan fokus.

Saat melawan Jepang di babak 16 besar lewat adu penalti, dia menyelamatkan tembakan pertama dari Takumi Minamino, lalu Karou Mitoma hingga Maya Yoshida yang membawa Kroasia menuju perempat final.

Tiga penalti yang diselamatkan itu mencetak rekor untuk ketiga kalinya dalam sejarah Piala Dunia, seorang penjaga gawang menyelamatkan tiga tembakan dalam satu drama adu penalti. Kiper Dinamo Zagreb itu sejajar dengan rekan senegaranya Danijel Subasic di Rusia 2018 saat melawan Denmark dan juga di babak 16 besar.

Tak cuma dalam drama adu penalti. Penjaga gawang berusia 27 tahun itu menggagalkan perlawanan Brasil di perempat final. Penampilannya dalam 120 menit sangat kuat: dia menggagalkan tembakan Neymar empat kali, Lucas Paquetá dua kali dan Vinicius dan Antony masing-masing satu kali untuk mempertahankan Kroasia tidak kebobolan.

[Gambas:Video CNN]

(ain/ain)







Sumber: www.cnnindonesia.com