Bola  

Mengapa Performa Timnas Indonesia Anjlok di Kualifikasi Piala Dunia?

Timnas Indonesia jadi juru kunci klasemen sementara grup F babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026. Berikut klasemen sementara Kualifikasi Piala Dunia.

Jakarta, CNN Indonesia

Performa Timnas Indonesia saat tampil di Kualifikasi Piala Dunia 2026, melawan Irak dan Filipina, bikin geleng-geleng kepala. Mengapa performa tim Garuda bisa begitu menurun?

Tim asuhan Shin Tae Yong ini takluk 1-5 ketika bentrok dengan Irak di Stadion Basra pada 16 November. Berikutnya Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan ditahan Filipina 1-1 pada 21 November.

Tak hanya soal hasil akhir yang mengecewakan, performa pemain jadi sorotan. Pemain tampil kepayahan, kurang solid seperti tak punya chemistry, dan sering salah umpan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini semua kontras dengan performa pemain saat tampil di Kualifikasi Piala Asia 2023 (2024) pada 2022 dan pertandingan uji coba melawan Curacao, Burundi, atau Argentina.

Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni menilai ada beberapa persoalan yang membuat performa pemain turun. Ini terkait liga dan kondisi pemain.

“Yang bikin orang terkejut saat dikalahkan Iran 1-5. Memang banyak orang mengakui level Irak di atas Indonesia, tetapi kok kebobolannya agak banyak,” kata Kusnaeni.

“Faktor yang membuat tim kita tidak maksimal, pertama beberapa pemain cedera, kedua beberapa pemain kondisi tidak maksimal, dan ketiga berlangsung di tengah padatnya kompetisi kita.”

Sebelum Kualifikasi Piala Dunia 2026 berlangsung, jadwal kompetisi Liga 1 2023/2024 memang padat. Dalam sepekan pemain bisa tampil dua kali sepekan. Ini menguras stamina.

Sudah lelah, pemain juga harus melakoni perjalanan yang panjang. Pemain tidak punya cukup waktu untuk pemulihan kondisi. Sudah begitu pemain datang ke Irak secara bergelombang.

“Makanya saya lihat pemain kita bagusnya itu 60 menit pertama. Kemudian, ini terjadi di partai away, jadi kalau ada yang bilang harus dievaluasi. Ini terlalu prematur,” ujarnya.

“Lawan Irak kita persiapan kurang. Langsung berangkat ke Irak dan ada yang menyusul. Dari Irak langsung terbang ke Filipina. Tidak sempat recovery, istirahat cukup,” kata Bung Kus.

Level fitnes atau kebugaran pemain juga dinilai kurang maksimal. Karenanya Kusnaeni berharap para pemain benar-benar bisa menjaga kondisi saat berada di klub.

“Problem kita itu pemain rata-rata bisa main 70 menit bagusnya. di 20 menit terakhir menurut. Itu membuat setiap kali Timnas harus tampil, Shin butuh waktu,” kata Kusnaeni.

“Datang tuh, pemain selalu diminta naikin level fitnes. Dia begitu pemain datang, selalu keluhannya kondisi pemain turun. Sehingga di awal itu genjot fitnesnya dulu,” ucapnya.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/jun)


Sumber: www.cnnindonesia.com