Bola  

Legenda Malaysia Peringatkan Kim Pan Gon soal Pemain Naturalisasi

Salah satu mantan pemain timnas Malaysia Zainal Abidin Hassan mewanti-wanti agar pelatih Kim Pan Gon tidak asal memasang pemain naturalisasi.


Jakarta, CNN Indonesia

Salah satu mantan pemain timnas Malaysia Zainal Abidin Hassan mewanti-wanti agar pelatih Kim Pan Gon tidak asal memasang pemain naturalisasi.

Kekalahan menyakitkan dari Bahrain masih begitu membekas di benak penyokong timnas Malaysia, tak terkecuali Zainal Abidin yang pernah menjadi andalan Harimau Malaya pada era 1980-an hingga 1990-an.

Pemain yang pernah mencetak empat gol ke gawang Indonesia selama aktif menjadi pemain itu berharap Pan Gon mengambil pelajaran dari kekalahan melawan Bahrain. Menurut Abidin, Pan Gon melakukan kesalahan ketika memasukkan pemain naturalisasi Natxo Insa untuk menggantikan Syamer Kutty Abba pada babak kedua melawan Bahrain.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Mungkin Pan Gon memasukkan Insa untuk mengontrol pertandingan, tetapi hal itu tidak berjalan sesuai rencana dan Bahrain terus menekan. Jadi itu harus diambil sebagai pelajaran,” ujar Abidin kepada Bernama

Insa menjadi salah satu pemain naturalisasi yang mendapat kritik keras netizen Malaysia. Permainan pemain asal Spanyol itu dianggap berada di bawah level terbaik. Bahkan ada netizen yang menilai Insa tidak layak berada di timnas Malaysia.

Terlepas dari hasil negatif timnas Malaysia dari dua laga Piala Asia, Abidin memuji kinerja sang pelatih asal Korea Selatan yang bisa membangun tim dalam waktu dua tahun.

Selanjutnya Malaysia akan menghadapi Korea Selatan. Abidin berharap para pemain bisa menampilkan kesempurnaan di lapangan ketika bertemu kesebelasan macam Taegeuk Warriors.

“Akan ada pertandingan menghadapi tim yang hampir tidak pernah membuang peluang. Kita harus menyadai melawan Korea Selatan, jika kita membuat lima kesalahan, maka mereka akan mencetak gol empat kali. Kita harus paham disiplin adalah hal yang krusial dan tidak bisa kehilangan penguasaan bola,” tegas Abidin.

[Gambas:Video CNN]

(nva/har)


Sumber: www.cnnindonesia.com