Bola  

Kenapa Belum Ada Gol Tendangan Bebas di Piala Dunia 2022?

Sejauh ini belum ada gol tendangan bebas di Piala Dunia 2022. Apakah bola Al Rihla jadi salah satu faktor di balik hal tersebut?
Jakarta, CNN Indonesia

Piala Dunia 2022 di Qatar belum menghadirkan gol dari tendangan bebas hingga sekarang. Pemain-pemain jago tendangan bebas seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, hingga Neymar Junior belum berhasil mencetak gol lewat bola mati.

Sejauh ini, gol yang paling dekat disebut berasal dari tendangan bebas ialah sepakan pemain Maroko Abdelhamid Sabiri di laga menghadapi Belgia.

Namun, FIFA kemudian tak mencatat itu sebagai gol milik Sabiri. Setelah sempat tercatat atas nama Sabiri, FIFA kemudian memberikan gol itu kepada pemain Maroko lainnya, Romain Saiss. FIFA menilai, Saiss telah menyentuh bola sepakan Sabiri sebelum akhirnya masuk ke gawang Belgia yang dijaga Thibaut Courtois.

Situasi ini pun membuat bola Piala Dunia 2022 buatan Adidas yang diberi nama Al Rihla mendapatkan sorotan.

Adidas selaku perusahaan yang menciptakan bola tersebut mengatakan bahwa pergerakan Al Rihla memang lebih cepat dibandingkan bola Piala Dunia yang pernah ada.

Al Rihla yang dirancang dengan 20 panel khusus dipercaya mampu meningkatkan akurasi dan stabilitas saat melambung serta belok. Selain itu, Al Rihla juga disebut bisa memaksimalkan penyimpanan udara dan bentuk.

“Permainan semakin cepat dan, seiring kecepatannya, akurasi dan stabilitas penerbangan menjadi sangat penting,” kata Direktur Desain Adidas Franziska Loffelmann, seperti dikutip Telegraph, Senin (28/11).

“Desain baru memungkinkan bola mempertahankan kecepatan yang jauh lebih tinggi saat bergerak di udara. Untuk panggung global terbesar dalam semua olahraga, kami berangkat untuk membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin dengan inovasi radikal dengan menciptakan yang tercepat dan paling akurat,” sambung Franziska.

Pemain Timnas Inggris Kieran Trippier menyatakan bahwa Al Rihla lebih ringan untuk ditendang.

Menurutnya, Al Rihla akan terbang ke sembarang arah bila ditendang terlalu kencang. Tapi hal tersebut menurutnya bukan masalah besar karena pada dasarnya para pemain memiliki kemampuan untuk mengontrol bola.

“Saya merasa ini sedikit lebih ringan,” kata Trippier.

“Rasanya jika Anda menggunakan terlalu banyak tenaga, itu akan terbang begitu saja, tetapi itu salah satu di mana kita harus menghadapinya, kita semua melakukannya. Kami berlatih dengan orang yang sama. Ini bola untuk sepak bola, bukan?” sambung pencetak gol dari tendangan bebas di Piala Dunia 2018 itu.


FIFA mencatat gol pertama Maroko ke gawang Belgia atas nama Romain Saiss meskipun awalnya tercatat atas nama Abdelhamad Sabiri. Dengan demikian belum ada gol tendangan bebas di Piala Dunia. (REUTERS/MATTHEW CHILDS)

Trippier menyatakan Al Rihla terasa berbeda dibandingkan bola lainnya setiap dirinya melepaskan operan.

“Setiap kali saya mengumpan bola, saya merasa bolanya sedikit berbeda tapi tidak ada alasan, sungguh. Saya hanya akan mengatakan bolanya sedikit berbeda tetapi bukan karena panas atau apa pun. Saya tidak terlalu yakin, mungkin itu para pemainnya,” sambung pemain berusia 32 tahun itu.

Sebagai informasi, Al Rihla dilengkapi sensor gerak di dalamnya untuk membaca keputusan Video Assistant Referee (VAR) dengan menggunakan artificial intelligence alias kecerdasan buatan untuk keputusan offside dari teknologi offside semi-otomatis FIFA.

Teknologi di Al Rihla sebenarnya telah diuji di Piala Arab dan Piala Dunia Antarklub 2021 di Abu Dhabi dan tidak ada perubahan kinerja. Sebelum turnamen, Al Rihla juga dites di laboratorium, terowongan angin, dan lapangan oleh para pemain bola.

[Gambas:Video CNN]

(mts/ptr)







Sumber: www.cnnindonesia.com