Bola  

Ganas di Sabtu, Lemah di Minggu

Jorge Martin menunjukkan kinerja luar biasa dalam mengejar Pecco Bagnaia di MotoGP 2023. Namun ia seringkali terkendala penampilan yang menurun di hari Minggu.

Jakarta, CNN Indonesia

Jorge Martin menunjukkan kinerja luar biasa dalam mengejar Pecco Bagnaia di MotoGP 2023. Namun ia seringkali terkendala penampilan yang menurun di hari Minggu.

Jorge Martin sempat tertinggal 62 poin dari Bagnaia selepas MotoGP Austria. Setelah momen itu, Jorge Martin menunjukkan kinerja luar biasa.

Ia bisa mencatat hasil impresif di Catalunya, San Marino, India, dan Jepang. Pada empat seri tersebut, ia selalu punya posisi finis lebih baik dibandingkan Bagnaia.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah MotoGP Jepang, Jorge Martin mengoleksi 316 poin dan hanya berjarak tiga angka dengan Bagnaia yang masih ada di puncak klasemen. Hal itu membuat pertarungan di MotoGP Mandalika menjadi makin panas.

Jorge Martin akhirnya bisa merebut posisi puncak klasemen usai sprint race MotoGP Mandalika. Jorge Martin finis di posisi pertama saat Bagnaia hanya ada di nomor urut delapan.

Jorge Martin yang mengoleksi 328 angka bahkan mampu mencatat keunggulan tujuh poin atas Bagnaia saat itu.

Sayangnya keunggulan Jorge Martin musnah sehari kemudian. Ia gagal finis saat Bagnaia mampu memenangkan MotoGP Mandalika. Bagnaia pun kembali merebut posisi puncak klasemen dengan nilai 346 poin, unggul 18 angka dari Jorge Martin.

Setelah tragedi salah pilih ban di MotoGP Australia dan membuat selisih angka antara Bagnaia dan Jorge Martin melebar jadi 27 poin, Jorge Martin bisa tampil ganas di Thailand. Ia memenangkan sprint race dna balapan sehingga jarak mengecil jadi 13 angka.

Namun setelah itu Jorge Martin kembali terjerat dalam pakem ‘hebat di Sabtu, melemah di Minggu’. Jorge Martin selalu berhasil memangkas selisih poin di sesi sprint race baik di Malaysia dan Qatar. Namun kemudian selisih poin kembali melebar sehari kemudian.

Hal yang sama terjadi di seri terakhir di MotoGP Valencia. Jorge Martin bisa menipiskan selisih poin jadi 14 angka setelah sesi sprint race namun kemudian malah meraih hasil buruk ketika balapan Minggu berlangsung.

Jorge Martin mengalami kecelakaan dan harus rela melihat Bagnaia jadi juara dunia.

Bila merujuk data yang ada, Jorge Martin memang berhasil memenangkan sembilan seri sprint race musim ini dan total 14 kali finis di tiga besar. Sedangkan untuk balapan Minggu, Jorge Martin mencatat empat kemenangan dan total delapan kali naik podium.

[Gambas:Video CNN]

(ptr/sry)


Sumber: www.cnnindonesia.com