Bola  

Dokter Beberkan Sebab Haruki Noguchi Meninggal Usai Dirawat di RS NTB

Netizen menyampaikan duka mendalam atas kepergian pembalap Haruki Noguchi yang mengalami kecelakaan serius di ARRC Mandalika 2023.

Jakarta, CNN Indonesia

Dokter RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat Lalu Herman Mahaputra menjelaskan penyebab pembalap Haruki Noguchi meninggal pada Rabu (16/8).

Noguchi mengalami kecelakaan fatal pada balapan kedua Asia Road Racing Championship (ARRC) Mandalika 2023, Minggu (13/8). Ketika itu Noguchi jatuh setelah bersenggolan dengan Zaqhwan Zaidi. Bagian kepala Noguchi kemudian terlindas motor Kasma Daniel Kasmayudin yang berada di belakang dan tidak bisa menghindar.

“Meninggal hari Rabu (16/8) pukul 17.35 WITA di ruang ICU RSUD Provinsi NTB. Penyebab kematian karena cedera kepala berat atau multipel trauma, mulai dari kepala sampai leher,” jelasnya dikutip dari Antara.

Selama perawatan Noguchi, pihak RSUD Provinsi NTB melibatkan tim dokter terbaik, seperti dokter spesialis emergency, spesialis anestesi, spesialis bedah saraf, spesialis bedah umum, spesialis radiologi, dan spesialis torak rediofaskuler.

Sebelumnya pihak RSUD juga melakukan penangan sesuai dengan standar penanganan kecelakaan ketika mengevakuasi pembalap asal Jepang itu pada tikungan ke-10 Sirkuit Mandalika.

“Jadi tim kesehatan sudah melakukan sesuai dengan standar dan itu juga kami lakukan dalam hitungan waktu sangat baik, per tindakan dua menit sampai kami membawa ke medical di sirkuit menunggu kondisinya stabil untuk kemudian kami sepakat membawa ke RSUP NTB,” ujar dr.Lalu Herman.

“Kami juga sudah instruksikan tim baik di IGD dan ruang operasi untuk mengawal. Sempat sudah stabil, kami monitor observasi ketat oleh tim selama di rawat kami berhasil merawat sampai hari ke 4 mulai Minggu sampai Rabu,” katanya menambahkan.

Pihak keluarga disebut sudah datang dari Jepang dan menerima kehilangan sosok 22 tahun tersebut yang sudah mengenal olahraga balap motor sejak usia anak-anak.

Jenazah Noguchi hingga Kamis (17/8) pagi masih berada di RSUD Provinsi NTB untuk menunggu proses pemulangan ke Jepang.

“Jenazah sampai saat ini masih menunggu agen dari Jepang untuk persiapan peti jenazah dan selanjutnya diterbangkan ke Jepang. Tapi kami belum tahu sampai kapan, apakah hari ini atau juga besok jenazah di bawa ke Jepang,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(nva/rhr)


Sumber: www.cnnindonesia.com