Bola  

Dek Gam Soal Laporkan Arya Sinulingga ke Polisi: Bukan Ranah Komdis

Presiden Persiraja Banda Aceh Nazaruddin Dek Gam menegaskan permasalahan dirinya dengan Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga bukan persoalan sepak bola.

Jakarta, CNN Indonesia

Presiden Persiraja Banda Aceh Nazaruddin Dek Gam menegaskan permasalahan dirinya dengan Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga bukan persoalan sepak bola yang berada di ranah Komdis PSSI, melainkan masalah pidana. Dia juga menegaskan punya bukti kuat.

“Ini bukan masalah sepak bola ya. Ingat itu. Tapi ini masalah penghinaan dan tuduhan ke pribadi bukan klub, jadi ranahnya pidana bukan Komdis [PSSI],” ucap Dek Gam dikutip dari Instagram pribadinya, Selasa (28/11).

Nazaruddin Dek Gam resmi melaporkan founder Sada Sumut FC yang juga Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, ke Bareskrim Polri atas dugaan tuduhan penghinaan etnis Aceh saat pertandingan kedua tim di Stadion Baharoedin Siregar, Lubuk Pakam, Sumatera Utara, Sabtu (25/11).

Selain adanya dugaan penghinaan, Dek Gam yang juga anggota DPR Komisi III ini, juga melayangkan protes ke Komisi Disiplin PSSI terkait tuduhan Arya Sinulingga soal suap menyuap wasit.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dek Gam melaporkan langsung anggota Exco PSSI itu ke Bareskrim, dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi STTL/461/XI/2023/BARESKRIM.

“Mari kita sama-sama menghormati proses hukum. Lanjut atau tidak tergantung dari alat bukti,” kata Dek Gam.

“Menurut saya, alat bukti sudah cukup dan saya percaya 100 persen polisi profesional,” ucap Dek Gam menambahkan.

Sebelumnya, video Arya memarahi Dek Gam viral di media sosial pada Sabtu (25/11) malam.

Insiden itu terjadi pada laga Liga 2 antara Sada Sumut FC vs Persiraja di Stadion Baharoeddin Siregar.

Dalam video tersebut tampak Arya mendekati Dek Gam yang sedang duduk dan mengucapkan sejumlah kalimat.

[Gambas:Instagram]

Mengenai laporan Dek Gam ke Bareskrim Polri, Arya Sinulingga menanggapinya santai karena merasa tidak pernah melakukan penghinaan.

“Saya santai saja, artinya terimalah, nanti proses aja, karena saya anggap saya tidak pernah ngomong SARA, bagus-bagus saja kita sebenarnya,” kata Arya dikutip dari Detik Medan.

Arya membantah menghina etnis Aceh seperti yang disampaikan Presiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam.

“Tadi seperti yang saya katakan, saya tidak pernah bicara SARA, apalagi sampai menghina etnis Aceh,” kata Arya.

Arya menyebut ucapan Dek Gam bisa mengganggu hubungan baik masyarakat Aceh dengan masyarakat di Sumatera Utara.

“Karena kita di Sumatera Utara ini berkeluarga, ada di mana-mana kita, sudah menyatukan sama teman-teman masyarakat Aceh, makanya saya sedih juga Pak Nazaruddin itu datang tamu ke sini mengatakan itu SARA, jangan ganggu hubungan baik kita semua di sini di Sumatera Utara dengan cara itu,” ucap Arya.

Dalam konferensi pers tersebut Arya didampingi mantan Ketua Umum PSSI yang juga Pembina PSMS Medan Edy Rahmayadi serta satu ofisial Ayam Kinantan. Keduanya mengakui tak mendengar Arya menghina etnis Aceh.

“Tadi Bang Edy sudah di sebelah saya, Bang Andry juga ada di situ, enggak ada pernah saya ngomong Aceh menghina Aceh, kata-kata itu nggak pernah ada,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Arya juga menyinggung soal momen mengusir Dek Gam pada akhir pertandingan Sada FC menjamu Persiraja.

“Karena kita masih menghargai, menghormati kenapa di akhir pertandingan baru kita saya usir dia, karena saya menghargai dan menghormati aja, kesal iya, karena berkali-kali dia hadir terus di dalam pertandingan,” ucap Arya.

[Gambas:Video CNN]

(rhr/sry)

Sumber: www.cnnindonesia.com